RIBUAN MASSA DI NIAS SELATAN HADIRI APEL BERSAMA NUSANTARA BERSATU.

,

Nias Selatan, HUMAS – Ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), LSM, Pers, Organisasi Kemahasiswaan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Budayawan, para Pelajar, Mahasiswa, Pimpinan Partai Politik, PNS, TNI dan Polri, mengadakan apel bersama nusantara bersatu, dilaksanakan di lapangan Orururusa Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Provinsi Sumatera (Sumut), Rabu (30/11). Bertindak sebagai pembina apel adalah Bupati Nisel, Dr. Hilarius Duha,SH.,MH.
Dalam orasinya, Hilarius Duha menyatakan bahwa berbagai fenomena yang bermunculan saat ini seiring semakin menipisnya realisasi nilai-nilai yang terkemas dalam empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. 
“Berdiri kokohnya NKRI pada akhirnya tergantung apakah kita sebagai pemilik seutuhnya NKRI masih menggunakan empat pilar kebangsaan itu,” ujar Duha. Lebih lanjut Duha menegaskan bahwa pembangunan karakter bangsa haruslah dalam arah yang berkesesuaian yang bernafaskan Pancasila yang konstitusional dalam kerangka NKRI dan untuk menjamin keanekaragaman budaya, suku bangsa, dan agama. Jika salah satu fondasi pilar tersebut tidak dijadikan sebagai pegangan, maka karakter bangsa yang dicita-citakan sekedar wacana dan angan-angan belaka, tandas Hilarius. 
Di penghujung apel bersama, lima orang perwakilan siswa/siswi se-Kabupaten Nisel membacakan puisi. Sepenggal puisi yang berjudul: Kami Indonesia, berbunyi: Saya Kristen Protestan, Saya Katolik, Saya Muslim, Saya Budha, Saya Hindu, Saya Khonghucu. Kami dilahirkan berbeda, Budaya berbeda, Suku berbeda, Agama berbeda, Bahasa berbeda, Karakter berbeda dan Warna kulit berbeda. Tetapi kami telah dididik, ditempa dan dilatih dalam bhinneka tunggal ika oleh pendiri bangsa ini. Yang artinya: berbeda-beda tetapi tetap satu, yaitu: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berbagai Ormas, LSM, Pers dan Budayawan yang hadir menyampaikan bahwa NKRI adalah harga mati. Oleh karena itu, mereka siap mempertahankan NKRI dengan sepenuh jiwa dan raga. Sementara itu dalam doa segenap hamba Tuhan, memohon kasih karunia-Nya untuk senantiasa memberkati keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (timliputanhumasnisel)

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image