Laporan Akhir Ripparkab Nisel Diseminarkan Melalui Forum Publik

,

CMS TokoDesain...

NIAS SELATAN, Diskominfo – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nias Selatan (Nisel) bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Perencanaan Kepariwisataan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan seminar laporan akhir terkait Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten (Ripparkab) Nias Selatan Tahun 2017 melalui forum publik, dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan, Jalan Saonigeho Km. 3,5 Telukdalam, Kamis (20/07).

Seminar laporan akhir Ripparkab tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nisel, Sozanolo Ndruru didampingi Plt. Sekretaris Daerah Ir. Ikhtiar Duha,MM, dan dihadiri Kepala SKPD terkait dan para Camat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, serta para pelaku kepariwisataan di Kabupaten Nisel.

Wakil Bupati Sozanolo Ndruru mengatakan bahwa pak Presiden Jokowidodo pernah menyebutkan melalui arahannya bahwa kepulauan Nias ini mempunyai dua potensi yaitu bidang pariwisata dan perikanan. “Kedua potensi yang disebutkan itu ada di wilayah Nisel, namun yang kita lakukan sekarang adalah mengembangkannya menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Jadi, dengan adanya Ripparkab ini, maka pembangunan tentang kepariwisataan harus lebih fokus dan terarah,” tandas Ndruru melalui arahannya.  

Sementara itu, laporan Kepala Disbudparpora Nisel, Anggreani Dachi,SP menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan tindaklanjut seminar yang dilaksanakan pada bulan Mei lalu. “Seminar laporan akhir Ripparkab ini adalah tindaklanjut hasil seminar yang dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2017. Selanjutnya akan dibawa dalam forum pembahasan melalui rapat di lembaga DPRD Nisel untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Ripparkab Nisel pada masa mendatang,” ujar Anggreani Dachi.

Kegiatan seminar terkait Ripparkab itu disambut baik oleh tokoh masyarakat Nisel sekaligus sebagai mantan anggota DPRD, antara lain: Hurezame Sarumaha dan Andrianus Duha. Menurut mereka Ripparkab sangat penting untuk diseminarkan guna memperoleh tanggapan, saran dan pendapat agar Ripparkab yang akan dihasilkan betul-betul mempunyai hasil yang maksimal sehingga dapat dijadikan acuan dalam pembangunan kepariwisataan di wilayah Nisel. (timliputandiskominfonisel)

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image