Forkopimda Nias Selatan Bertekad Stop Korupsi Dan Pungli

,

Nias Selatan, HUMAS – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Provinsi Sumatera Utara, melalui peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) telah bertekad dan berkomitmen untuk menghentikan dan memberantas korupsi dan pungutan liar (Pungli) di daerah ini. 
Hal ini dicetuskan dalam sebuah upacara peringatan HAKI Tahun 2016, dilaksanakan di Lapangan Orurusa Telukdalam, Jumat (09/12), disaksikan oleh ribuan masyarakat dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan, antara lain: PNS, GBD dan PTTD Lingkup Pemerintah Kabupaten Nisel, Kejaksaan, TNI, Polri, Legislastif, Ormas Geruni dan GMNI, Mahasiswa, para Pelajar serta elemen masyarakat lainnya. Bertindak sebagai inspektur upacara, Riyono,SH.,M.Hum selaku Kepala Kejaksaan Negeri Nisel.
Seusai upacara, dilanjutkan dengan penandatanganan piagam komitmen bersama Forkopimda Nisel. 
Adapun komitmen bersama Forkopimda sebagai berikut: 1) Tidak melakukan korupsi dan pungutan liar; 2) Memberantas korupsi dan pungutan liar; dan 3) Melakukan tindakan nyata terhadap anggota/staf yang melakukan korupsi dan pungutan liar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berikutnya adalah penandatanganan Pakta Integritas para Kepala SKPD, dan penandatanganan deklarasi anti korupsi pada spanduk oleh Forkopimda, para Kepala SKPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pendidikan, Rohaniawan, LSM dan Mahasiswa. 
Dalam orasinya, Wakil Bupati Nisel, Sozanolo Ndruru mengajak seluruh PNS membudayakan budaya malu korupsi, dan sebaliknya PNS dituntut mampu meningkatkan profesionalitas sebagai pelayan masyarakat. Lebih lanjut Sozanolo Nduru menegaskan, agar tidak terjadi korupsi, maka kita harus memiliki komitmen untuk tidak melakukan korupsi. Ndruru menghimbau para PNS untuk tidak bergaya hidup mewah, dan lebih baik membiasakan hidup sederhana sebagaimana visi misi pemerintah Kabupaten Nisel yaitu: mewujudkan masyarakat yang maju, sehat, dan cerdas, dengan kepemimpinan yang melayani, jujur dan sederhana. 
Sementara itu, Pastor Thomas Maduwu, OFMCap dalam orasinya mengatakan bahwa keliru bila kita berpikir budaya korupsi hanya terjadi di lingkungan pemerintah, tetapi sejujurnya nyaris tak ada organisasi atau lembaga yang bebas dari gurita korupsi. “Keterlibatan dalam lingkar korupsi tidak hanya sebatas meminta jatah, tetapi juga dalam rupa menyuap. Tidak hanya perbuatan menuntut komisi, tetapi juga ketika melayani permintaan,” ujar Maduwu. Orator lain dari DPRD, Polres, Pdt. FL. Bidaya, Ketua LSM Geruni dan GMNI mewakili organisasi kemahasiswaan. 
Meskipun pelaksanaan ucapara berlangsung dalam suasana hujan, namun tak menyurutkan semangat para peserta upacara mengikutinya penuh hikmat. Menyemarakkan HAKI Tahun 2016 ini, para pelajar SMA binaan sadar hukum Kejari Nisel menampilkan tarian maena bertema anti korupsi. Yang diakhiri dengan penampilan maena massal yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Sepenggal lirik maena berjudul “EMALIDA KORUPSI” berbunyi: “Ya’ita fefu Niha ba dano Raya, sara dodo boi talau korupsi. Furai ndraugo ya’ugo era-eragu, Hugo khoda EMALIDA KORUPSI! Hu! He!”
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, tentu berkat dukungan dan kerjasama yang baik dari semua pihak yang turut ambil bagian dalam kegiatan perayaan Hari Anti Korupsi Internasional,” ujar Ketua Panitia HAKI Nisel, Drs. Samolala Lase yang juga sebagai Inspektur Kabupaten Nias Selatan. (timliputanhumasnisel)

Ada 0 komentar untuk berita ini



Tinggalkan Komentar


Nama :
Email : Tidak akan diterbitkan
URL : Diawali dengan: http://
Komen :
security image